Thanks for comin' here buddies, keep reading P'bee online... with love: Na' Elt-Zahra :)

Selasa, 07 Agustus 2012

Morning sickness is killin' me :(

Sudah sebulan lebih sejak terakhir kali saya memposting tulisan di P’bee online. Waktu selama itu memang benar-benar penuh kejutan buat saya, tentu saja segala kejutan yang terkait dengan kehamilan saya yang masih di bulan-bulan muda alias trimester pertama (1-3 bulan).
Pertama kali mengetahui bahwa ada mahluk lucu yang menghuni rahim saya, saat itu sama sekali belum ada tanda-tanda serius yang saya rasakan. Paling-paling hanya perasaan cepat lelah, mudah mengantuk, dan frekuensi tidur yang bertambah. Selebihnya, normal-normal saja.
Tapi setelah usia kandungan saya sekitar 6 minggu, barulah tampak keanehan-keanehan yang terjadi pada diri saya. Jujur, sebelumnya saya sangat tidak percaya dengan fenomena 'NGIDAM'.
Saya rasa, mereka yang mengaku mual-mual, menginginkan makanan yang tak biasa, atau malah berlaku aneh hanyalah perilaku untuk mencari perhatian suaminya, atau orang disekitarnya karena keinginan untuk dimanja misalnya… :p
Tapi ternyata pikiran buruk itu justru menjadi boomerang untuk diri saya. Segala tetek bengek perilaku aneh orang ngidam itu justru saya rasakan semuanya, bahkan lebih parah dari apa yang saya perkirakan.

Morning sickness. Istilah itu sudah tidak asing ditelinga saya, bahkan jauh sebelum saya menikah. Orang yang menciptakan istilah itu pasti bukan tanpa alasan memberi nama bagi penyakit yang dirasakan hampir setiap ibu hamil tsb. Ternyata gejala morning sickness itu bukan isapan jempol, karena setiap pagi saya merasakan mual-mual yang teramat sangat, bahkan sering kali disertai dengan muntah-muntah.
Tidak hanya sampai disitu, hampir semua makanan favorit saya justru menjadi penyebab rasa mual itu kambuh, jadilah setiap hari saya harus mencari makanan apapun yang sekiranya bisa berdamai dengan bayi mungil saya didalam sana.
Saya juga tidak tahan dengan aroma-aroma bumbu dapur, bahan makanan yg tersimpan di lemari es, pembersih lantai, shampoo, hand soap, bahkan perfume yang biasa saya gunakan. Saya juga bisa mual setengah mati saat mencium aroma wangi suami saya sesaat setelah dia mandi. Ahhh, hampir semua bagian yang terdapat didalam rumah rasanya membuat saya mual. Walhasil, saya harus mengenakan masker didalam rumah saya sendiri, dan membuka pintu selebar-lebarnya agar udara luar bisa masuk leluasa.
Sehingga untuk mengatasinya adalah: keluar rumah selama yang saya bisa. Beruntung jika hari itu Ka Yahya sedang libur, dia bisa membawa saya pergi keluar rumah sampai sore bahkan malam tiba. Sialnya saat saya harus sendirian di rumah karena Ka Yahya pergi ke kantor atau ada urusan diluar, saya harus mengatasi rasa mual itu sendirian. Maka yang saya lakukan setiap pagi adalah: keluar rumah selama yang saya bisa sampai Ka Yahya kembali.
Tadinya saya menghabiskan waktu ditempat makan, tapi duduk terlalu lama disana membuat saya tidak enak hati juga kpd pemilik warung makan. Setelah berpikir keras, rasanya tak ada tempat senyaman dan sedamai Masjid. Ya, setelah makan saya duduk-duduk di masjid yang letaknya cukup jauh dari rumah sampai Ka Yahya datang menjemput. Untuk menunggu waktu Dzuhur & Ashar tiba, biasanya saya membaca buku, majalah, atau Al-Qur’an, atau sesekali saya ngemil sambil menonton anak-anak bermain baseball di halaman masjid. Ya, saya membawa majalah/buku bacaan dan berbagai camilan sebagai bekal… :D
Selama lebih dari satu bulan itu juga saya menghindari dapur. Untuk menginjak lantai dapur saja rasanya perut ini tak mau kompromi, apalagi untuk memasak berbagai menu masakan seperti biasa. Ka Yahyalah yang jadi korban, ia harus rela makan diluar selama keluhan morning sickness saya belum mereda (padahal dia anti makan makanan luar). Sesekali dia menitipkan saya dirumah sahabatnya saat saya mual parah, tetapi dia harus berangkat kerja, baru sore harinya dia menjemput saya sepulangnya dari kantor.

Begitu seterusnya hari-hari saya bulan lalu.

Keajaiban tiba justru dibulan Ramadhan. Tadinya saya sangat sedih, membayangkan harus menjalani bulan penuh Maghfirah ini dengan mual-mual dan harus membeli setiap makanan buka sahur diluar.
Tapi dengan izin Allah, saya mulai bisa memasak dan mulai terbiasa dengan aroma-aroma bumbu, pembersih lantai, deodorant Ka Yahya, dan beberapa aroma yang ada dirumah.
Hanya ada sedikit hal yang masih saya hindari aromanya. Mengganti beberapa item seperti shampoo & sabun cair dengan merk lain cukup membantu saya dalam mengatasi mual-mual tak terduga.
Hingga detik ini, diusia kehamilan saya yang sudah hampir berumur 3,5 bulan, rasa mual itu memang kadang datang menyapa, tapi saya sangat bersyukur karena tidak mengganggu kekhusyukan saya dalam beribadah di bulan suci ini. Semoga menjalani bulan Ramadhan dalam keadaan hamil muda memberikan berkah tersendiri bagi diri saya dan janin diperut saya, sehingga menjadikan anak kami kelak menjadi manusia yang shalih, bermanfaat untuk keluarga, negara, dan agamanya, Amiiin yaa Mujiibassaailiiin… :’)
J-co donut favorit sayapun menjadi musuh bebuyutan, bahkan hanya dengan mencium aromanya, bisa membuat saya mual akut :(

Senin, 18 Juni 2012

My first 'amazing' PREGNANCY

June 4th 2012. Sudah lima bulan lebih sepuluh hari saya hidup bersama Ka Yahya, suami saya. Setiap detik, menit, jam, hari, bulan bahkan setiap waktu rasanya jauh lebih berarti bersamanya. Bukan berarti kehidupan single saya dulu tidak berarti yah P’bee lovah, hehehe… Hanya saja setelah saya menjadi makmum bagi suami saya, sepertinya tujuan hidup benar2 lebih terarah.
Jika dianalogikan, seperti berpuluh tahun saya hidup diatas rakit yang terombang-ambingkan ombak disamudera, kemudian tiba-tiba datang seorang pelaut yang mengulurkan tangan kekarnya untuk kemudian memboyong saya berlayar menggunakan kapal pesiar dengan ia sebagai nahkodanya. Tak lagi bergerak tak tentu arah terbawa kemanapun angin dan gelombang pasang menghantam rakit tanpa ampun hingga mungkin saja marabahaya tiba tak bisa dikira…
Namun berlayar berdua diatas megahnya kapal pesiar dengan banyaknya ruang kosong yang tak terjamah membuat kami merasa perlu ada awak lain yang menghuninya. Kami merasa merindukan kehadiran buah cinta yang tentunya akan menyempurnakan kebahagiaan kami berdua.
Berkali-kali saya terlalu berharap, berkali juga saya merasa kecewa karena tanda kehadirannya masih belum nampak. Bahkan alat yang ‘katanya’ mampu memprediksi secara akurat kedatangan buah cinta kamipun sudah beberapa kali saya gunakan, namun hasilnya jauh dari harapan.
Hingga pada hari itu, tanggal 4 Juni 2012 siklus alami yang biasa saya dapatkan diawal bulan tidak kunjung datang. Tentu saja saya memproklamirkannya kepada imam saya, Ka Yahya. Tapi reaksinya diluar perkiraan saya, dia amat sangat datar menanggapinya. Bukan karena dia tidak bahagia mendengarnya, namun lagi2 dia tak ingin terlampau berharap dan berakhir dengan kekecewaan.

June 7th 2012. Hampir sepekan saya ketar-ketir karena siklus alami saya sebagai wanita belum juga datang. Dan sungguh saya tak lagi mampu menahan rasa penasaran saya. Pagi itu tanpa sepengetahuan Ka Yahya, saya kembali menggunakan alat uji kehamilan yang konon katanya 99,9% akurat.
Namun entah karena saya salah menggunakannya atau memang benar adanya, saya kembali murung melihat hasilnya. Yang tampak hanya ada satu garis merah menyala, yang berarti saya dinyatakan tidak mengalami kehamilan alias negative. Saya tidak berani memberikan laporan apa-apa terkait dengan kenyataan itu, hanya saja saya berkata kepada suami bahwa jika dalam sepekan saya tidak juga ‘M’ maka ia harus tetap mengantar saya ke dokter untuk memastikan masalah apa gerangan yang membuat siklus bulanan saya berantakan.

June 10th 2012. Sepekan lebih saya mengalami keterlambatan. Demi rasa penasaran yang kembali bergelora dalam diri saya, sepulang belanja saya mampir ke mini market terdekat untuk ‘lagi-lagi’ membeli test pack. Besok paginya saya baru menggunakannya, karena pagi hari adalah saat yang paling tepat untuk melakukan tes urine. Setelah beberapa menit, rupanya alat tersebut tetap keukeuh memperlihatkan satu garis merah pekat. Ahhh, kali ini saya memberanikan diri untuk mengatakan yang sebenarnya pada Ka Yahya.
Namun sesaat sebelum saya menghampirinya, garis merah pada benda kecil itu terlihat mengalami sedikit perubahan. Ada satu garis tipis berwarna pink disamping garis merah pekat itu, bahkan nyaris tak terlihat. Setelah melaporkannya pada Ka Yahya, ia tersenyum dan kembali berkata: “jangan terlalu berharap dulu sayang, biar kamu ngga kecewa”.
Ingat pada janjinya, ia tetap membawa saya ke dokter kandungan pada malam harinya. RS ibu & anak Hermina menjadi pilihannya. Disana kami disambut customer service dengan beberapa pertanyaan dan mengisi sejumlah formulir untuk kemudian dibuatkan member card. Setelah seluruh urusan registrasi usai, berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah saya dicek. Beruntung kami masih bisa dilayani mengingat larutnya waktu kehadiran kami di rumahsakit tersebut, mungkin kami merupakan pasien terakhir saat itu.
Hampir enam puluh menit kami habiskan waktu diruang tunggu, akhirnya nama Ratna Dewi Fatimah Zahra terdengar juga dari mulut sang asisten dokter berjilbab putih itu. Dengan penuh kecemasan saya ditemani Ka Yahya melangkahkan kaki kedalam ruangan dokter yang sejuk akibat pendingin ruangan yang suhunya diatur sedemikian rupa.
Setelah mengungkapkan maksud dan tujuan saya memeriksakan diri, dengan sangat ramah dokter cantik berumur tigapuluhan awal itu langsung menuntun saya ke tempat tidur berukuran satu orang untuk di USG. Setahu saya, USG hanya dilakukan untuk mengetahui keadaan janin diusia kandungan yang telah matang berikut mencari tahu jenis kelamin bayi, ternyata untuk memeriksa kehamilan juga digunakan alat yang sama. Saya tak mengerti saat monitor disamping saya menyala dengan gambar yang abstrak itu bergerak-gerak. Dokter hanya berkata bahwa kantung rahim saya terlihat sudah mengalami penebalan.
Selesai di USG, saya masih belum mengerti dengan hasilnya. Dokter akhirnya menerangkan bahwa usia kehamilan yang masih sangat muda itu tidak akan menampakkan embrio karena baru terjadinya proses ovulasi. Namun keadaan rahim saya yang sudah menebal mengindikasikan bahwa rahim saya telah siap ditempati embrio, dan itu berarti usia kandungan saya saat itu kemungkinan sudah empat minggu.
Entah bagaimana cara saya mengekspresikan kebahagiaan yang begitu membuncah saat itu, saya hanya menatap mata Ka Yahya dengan hati yang senantiasa berdzikir mengucap syukur kepada Allah ‘Azza wajalla.
Dan malam itu, kami terlelap dengan jemari Ka yahya yang tak lepas sedikitpun dari atas perut saya yang terlihat mulai membuncit. Welcome to the the world babe, we love you sooo much… :’)

the member card

some vitamins for my 'lil baby inside :)

Jumat, 15 Juni 2012

Our love becomes 'Miracle' :')

Selamat pagi, wahai mahluk indah penghuni sempit dan pengapnya rahimku...
Tak mudah gambarkan betapa kau tengah membawa samudera bahagia serta mata air harapan...
Bahwa hadirmu sungguh sebuah imaji terelok yang bahkan tak sanggup kuungkap...
Bahwa do'a ditengah khusyu' sujudku senantiasa berujung pada permohonan mendamba keberadaanmu...
Bahwa kau adalah titisan hati kami yang melebur membentuk maha karya Tuhan dimana harumnya semerbak memenuhi rongga dada jauh sebelum tangismu pecah...
Sayang... Biarkan Bunda menggemakan suka cita
Puji syukur tak terbantahkan ingin Bunda sampaikan pada penguasa semesta nan Esa...
Ia-lah yang meniupkan kesejukan melaluimu, setelah kemarau hati kami melanda...
Tumbuhlah atas nama cinta dengan buaian kasih jemari kami hingga saat itu tiba...
Saat dimana teriakan merdumu memanja telinga, mengobati lelah perjuangan sembilan bulan yang kami rasa...
Ummu & baba sayangimu... :')

Jumat, 01 Juni 2012

it's a such a 'dream comes true'! :D

Once more, saya kembali ingin mengutip teori ‘Law of attraction’ ( Hukum ketertarikan) bahwa sebenarnya apapun yang kita semua dambakan dan kita impikan sangat mungkin kita capai plus kita wujudkan karena semua yg kita ingin capai itu sebenarnya terus berjalan kearah kita, hanya saja cepat lambatnya berbanding lurus dengan usaha kita untuk mencapainya. Maka dari itu saya tidak akan lelah memotivasi diri saya sendiri dan orang-orang disekitar saya untuk terus bermimpi dan lakukan action untuk segera mewujudkannya. Contoh paling sederhana yg terjadi dalam keseharian saya: Sebagai review, sebelumnya saya pernah ber’statement’ bahwa sering kali saya ingin bekerjasama dengan beberapa orang yang menginspirasi atau paling tidak, saya bisa meet and greet dengan mereka. Ternyata hari ini saya kembali membuktikan teori Law of attraction tersebut, meski pembuktian itu hanya sebuah hal kecil.
Sebagai penggemar fashion dan buku-buku bagus tentunya saya punya banyak sekali inspirator baik dari Indonesia maupun manca Negara. Sedikit banyak saya selalu update berita mengenai karya-karya maupun kehidupan pribadinya, xixixi (Ketauan Kepo) :D Banyak sekali fashion icon dan fashion designer di Indonesia yang karya-karyanya sungguh luar biasa. Salah satu yang saya suka design dan inovasi ber’Hijab’n ya adalah seorang Dian Pelangi. Diumurnya yang baru genap 21 tahun, dia sudah melanglang buana ke hampir seluruh Negara di penjuru dunia dengan membawa nama baik Indonesia dibidang Fashion Muslim, bahkan karya-karya perempuan yang bernama asli Dian Wahyu Utami itu menjadi trend dan sangat banyak diperbincangkan oleh dunia internasional.
Lain lagi dengan dunia tulis-menulis. tidak banyak penulis muda Indonesia yang karyanya bisa menghipnotis saya. Jujur, hanya segelintir karya-karya penulis Nasional muda favorit saya. Mostly, penulis muda Indonesia sepertinya lebih senang membuat novel-novel teenlit, dan saya tidak begitu suka teenlit yang sangat teenager itu.
Tapi ada satu penulis muda Indonesia yang sungguh menginspirasi saya. Bukan lantaran dia membuat karya sastra nan romantic, atau karya ilmiah yang kompleks. Namun penulis muda ini bisa membangkitkan motivasi dan semangat saya menggunakan media tulisan yang dia ciptakan.
Karya pertamanya langsung menjadi best seller di Indonesia dan kesuksesan bukunya tidak lain karena ia selalu membuktikan semangatnya dalam tindakan nyata. Terbukti dari kesuksesannya menjadi seorang motivator, interpreneur dan akademisi yang prestasi akademiknya luar biasa. Dialah Muhammad Assad, pria kelahiran Januari tahun 1987 itu bisa menyelesaikan pendidikannya dengan gemilang di dua Universitas ternama di Luar Negeri karena mendapatkan beasiswa. Strata satu ia rampungkan di Malaysia, dan lulus cumlaude dengan mengantongi tawaran beasiswa dari berbagai Universitas ternama dunia, yang kemudian Qatarlah yang menjadi pilihannya untuk mendapatkan title Masternya. Dua orang ispirator saya itu punya kesamaan, mereka adalah seorang Blogger… 
Yeah, mereka terlahir dari keberanian mempublish karya-karya mereka menggunakan media Blog.
Sebagai seorang inspirator, tentunya mereka adalah dua dari sekian banyak inspirator saya yang paling ingin saya temui. Dan lucunya, sekitar beberapa hari yang lalu saya membaca postingan twitter dari Dian Pelangi yang katanya akan hadir di acara UFF 2012 bertempat di ciputat, yang kebetulan tempatnya tidak jauh dari tempat tinggal saya sekarang.
Setelah saya klik akun penyelenggara, betapa terkejutnya saya kalau pembicaranya tidak hanya Dian Pelangi, tapi Assad juga akan ada disana, Kyaaa! *teriak histeris* :D
Saya tidak lagi berfikir panjang untuk join di acara tersebut meski dengan beberapa syarat seperti mentransver sejumlah uang ke rekening panitia, kemudian melakukan registrasi, dsb.
Dan hari ini, tepat pada hari Jum’at tanggal 1 juni 2012, saya semakin yakin dengan keajaiban yang sudah sekian kali saya buktikan kebenarannya…  Let’s dream, believe and make it happen! -Agnezmo-
Pose duhluuu :p
there are so many beautiful Hijabers! *drool* :p
The inspirators on the stage, I love both of 'em
She's sooo awesome! >_<
Karena crowd-nya luarbiasa (baca: berdesak-desakan)dan High heels saya under 10cm, lengkaplah sudah hasilnya >> saya jd sangat tidak fotogenic disamping si Cantik 'DP' :D
*Cipika-Cipiki* :D
Assad's signature ^_^
I got those beautiful things :)

F3 = Free For FUN! ;)

Selasa, 29 Mei 2012

Timeline on my twitter #BePositive #IndahnyaNikah

Setelah berdiskusi sm Hubby, ternyata kami memiliki satu kesamaan lagi: Hanya mampu bersahabat dgn pribadi2 yg POSITIVE ☺
Pribadi Positive tidak melulu memiliki 'Kesempurnaan'. Tapi paling tidak, mereka tidak sibuk bergunjing dan menghakimi orang lain ☺
Kami sama2 pernah menemukan orang2 yg 'Hampir' sempurna krn kemampuan & prestasinya. Tak ada cacat yg nampak pd dirinya #BePositive
Namun sayang, sang 'Hampir' sempurna itu sering kali menghakimi, terlebih memandang rendah orang lain, entah dgn sengaja/tidak #BePositive
Persis dgn Pribahasa "Karena Nila setitik, rusak susu sebelanga". Entah mengapa, rasa kagum kamipun menguap & hilang seketika #BePositive ☺
Orang benar dgn orang 'yang merasa paling' benar itu sangatlah berbeda, maka bedakanlah temans ☺ #BePositive
Ingatlah bahwa setiap manusia dididik dgn cara & dilahirkan di lingkungan yg berbeda, maka hargailah sebuah perbedaan dgn indah #BePositive
Bersahabat dgn orang2 yg positive mampu mendongkrak semangat, tdk mempersulit keadaan, & anti berkeluh kesah yg tak berkesudahan #BePositive
Sahabat positive tdk punya waktu u/ mencari kelemahanmu kemudian mengumbarnya kpd orang lain, pdhl dihadapanmu ia ber'acting' bak malaikat ☺
Bertemanlah dengan siapa saja, tapi berhati2lah memilih sahabat. Krn Kecenderungan sifat negative sangat mudah menular kawans #BePositive ☺
Percayalah, memiliki sahabat loyal & positive yg tidak banyak, jauh lebih membahagiakan dibanding bersahabat dgn byk teman yg judgemental, negative thinking & tidak loyal. Bukankah sahabatmu = obat hatimu?? ☺ #BePositive
Pun jika sahabat kita melakukan kebodohan dan kehilafan, ingatkanlah ia dgn cara yg tidak menggurui apalagi menjatuhkannya didepan umum ☺
Dan sahabat yg baik adalah ia yang bisa menjaga 'aib'mu dan kehormatanmu selayaknya ia menjaga aib dan kehormatannya sendiri #BePositive ☺
Dan sy dedikasikan KulTwit sederhana tadi untuk sahabat2 sy diseantero jagad raya, xixi. Luv yall ♥ Cc: @nez_syihab @yenirahman #BePositive

U/ sahabat2 sy yg sebentar Lg aKan meLangKah Ke jenjang PerniKahan,am gonna give U a speciaL 'gift',Here it is » #IndahnyaNikah
I do LiKe this Quote: "Menikahlah,maka kau telah melaksanakan separuh agamamu" #IndahnyaNikah ☺
Bagaimana tidaK,dengan 'Ijab Qabul' yg teramat singkat,segala hal yg tadinya Haram berubah menjadi Halal #IndahnyaNikah
Menikah bukan hanya menyatukan 2 hati (suami & istri),tetapi jg menyatuKan 2 keluarga besar,2 budaya,dan berbagai perbedaan #IndahnyaNikah
Butuh kesiapan lahir batin u/ mmbuka lembaran baru brnama prnikahan. Krn menikah buKan aKhir,tp justru awal dr step kehidupan #IndahnyaNikah
Menikah merupakan Sunnah RasuLuLLah SAW. Namun menilik pergaulan anak muda zaman sKrg,mungKin HuKumnya bisa berubah jd wajib #IndahnyaNikah
Maka dr itu,sblm Qt bnr2 siap melangkah kesana,sebaiknya jaga diri dr berbagai hal yg mnjerumuskan Qt dlm pergaulan tdk sehat #IndahnyaNikah
Kemapanan & Kematangan Usia tidaK menjamin Keberhasilan dLm meraih Kebahagiaan PerniKahan. Tp Kedua haL itu memang penting ☺ #IndahnyaNikah
Saudara seKandung yg diLahirKan dr rahim yg samapun memiLiKi byK perbedaan,apaLagi Qt dgn suami/istri yg Latar bLKg'y berbeda #IndahnyaNikah
FYI,orang yang meniKah Lebih panjang umur dibanding mereKa yg memiLih tetap singLe Lho *menurut research* #IndahnyaNikah
Marriage is the goLden ring in a chain whose beginning is a gLance and whose ending is Eternity - KahLiL Gibran - #IndahnyaNikah
There is no more LoveLy, friendLy and Charming reLationship, communion or company than a good Marriage - Martin Luther King - #IndanyaNikah

Selasa, 15 Mei 2012

I Prefer to Choose Mahendi than... :p

SeLamat sore P'Bee Lovah :)

just to share, saya suKa seKaLi dengan Kesenian yang satu ini.

MesKi tangan saya tidaK begitu Indah menjadi aLas uKiran mahendi, dan LuKisan saya juga tidaK bagus-bagus amat terutama saat Harus mengapLiKasiKannya menggunaKan 'pacar' Khas India tsb, namun saya tetaP tergiLa-giLa dengan Kesenian nan cantiK ini. Mahendi memiLiKi KeLebihan debanding tattoo. SeLain memiLiKi Ke-Khas-an daLam segi bentuK dan Keindahan warnanya, PenyuKa Mahendi juga tidaK aKan merasa bosan, Karena toh Mahendi aKan HiLang dengan sendirinya daLam waKtu yang reLatif singKat (antara 1 Hingga 2 Minggu).

Saya cinta segaLa jenis seni. Dan menurut saya setiap seniman diciptaKan begitu PeKa, dan jiKa KepeKaan itu diasah, maKa KeLembutan Hati akan tercipta. Allah mencintai manusia yang Lembut Hatinya, yang dari KeLembutan Hati ituLah maKa sangat mungKin terciPtanya sebuah Karya yang mampu merayu Kebesaran-Nya dan mengemis Permohonan maaf dari-Nya.

Seorang Abu Nawas yang masyhur dengan tingKah KonyoL yang meLegenda misaLnya. Ia mampu menciptaKan sebuah sya'ir yang didaLamnya meruPaKan ungKapan Penghambaan dan PenyesaLan aKan segaLa dosa yang teLah diPerbuat sehingga taK terhitung jumLahnya (bagai butiran Pasir yang ada diseantero jagad raya). Ia bertaubat dengan Penuh Kerendahan Hati sehingga daLam taubatnya itu terciptaLah sebuah sya'ir yang sudah Kita HafaL diLuar KepaLa, yaKni: ILaahi Lastu LiL Firdausi AhLaa, dst (Al i'tiraf). Sya'ir tersebut bahKan dijadiKan do'a Taubat yang diyaKini sangat Mustajab, bahKan beberapa 'ALim 'ULama mempercayai bahwa Do'a tsb mampu mempermudah jaLannya Yaum Al-Hisab (Hari penghitungan amaL ibadah) seseorang yang teLah bertaubat dengan Kesungguhan Hati menggunaKan Sya'ir tsb. SubhanaLLah...

anyway P'Bee Lovah, Pada dasarnya Tuhan teLah memberi Kita banyaK PiLihan daLam menjaLani Hidup. ada yang Tuhan suKa, pun yang Tuhan tidaK suKa. Sebagai manifestasi dari Ketaatan Kpd Tuhan saya yang satu, Allah SWT, tentu saja saya musti Cerdas daLam memiLih sesuatu, apapun itu. tidaK Hanya berfiKir tentang Kesenangan saya Pribadi, namun juga saya Harus ingat tentang Sabda Tuhan yang teLah jeLas tertuLis daLam Wahyunya berupa Kitab suci nan MuLia beriKut Hadits NabiyuLLah Muhammad SAW. Norma dan adat Ketimuran juga menyertai saya saat Harus dihadaPKan dengan berbagai PiLihan daLam Keseharian yang Kadang menyuLitKan.

TermasuK daLam berKesenian.

Seperti yang sudah saya ULas diatas, bahwa saya Mencintai segaLa jenis seni (mesKi tidaK semua Kesenian saya Kuasai). Seni musiK, seni tuLis, seni Peran, seni berbicara, seni tari, seni LuKis, seni beLa diri, dan masih banyak bentuK Kesenian Lainnya. BahKan menurut saya, segaLa aspeK daLam HiduP itu PerLu seni. Tanpa seni, semua HaL menjadi tidaK indah dan terasa KaKu. yeah, semua ada seninya... :)

Namun dengan adanyanya Kemajuan teKnoLogi informasi juga westernisasi besar besaran, masyaraKat Kita semaKin KaLap dengan HaL-HaL baru termasuK daLam berKesenian. Adat Ketimuran, norma, dan ajaran agama sudah taK terhirauKan. PadahaL Kita sangat bisa memiLih mana yang Pantas dan masLahat untuK Kita sebagai 'orang timur', dan musLimah Khususnya.

JiKa Kita bisa berKesenian tanpa Harus meLepaskan atribut Kesantunan dan ajaran agama, mengapa Kita memiLih untuK meLanggarnya?? Atas nama seni, Kini banyaK orang reLa meLaKuKan HaL-HaL yang bertentangan dengan norma KesusiLaan. PadahaL dengan KeKuatan Prinsip serta identitas Ketimuran, Kita tetap bisa berKreasi di ranah manapun. SeKaLi Lagi, Tuhan memberi Kita banyaK aLternatif dan PiLihan baiK. Jadi, jiKa ada Mahendi yang diboLehKan daLam agama saya (bahKan Konon Katanya merupaKan sunnah RasuL), mengapa saya Harus memasang tattoo??? :p